Dia...

Namanya Kardi. Jika ditanyakan pada orang-orang dikomplek, mungkin tidak ada yang tahu siapa nama panjangnya dan berapa usianya. Ia tinggal bersama orang tuanya yang mulai renta diluar komplek perumahan. Ia bukan dari keluarga berada. Saya dan teman-teman mengenal keberadaan Kardi sejak masih kecil. Yang saya tahu ketika itu, Kardi identik dengan mainan mobil-mobilan murah yang ia dorong dengan sebilah bambu atau kayu seadanya serta teriakan-teriakan lantangnya yang sengau dan tak jelas. Pakaiannya pun selalu begitu-begitu saja. Celana kebesaran setengah betis dan kaos oblong lusuh, kadang bolong. Wajahnya yang bermimik jenaka ditenggelamkan dalam topi kumal dan tubuhnya yang gemuk pendek. Bagi saya yang masih anak-anak, Kardi adalah sosok yang ganjil. Tubuh dan wajahnya lebih seperti orang dewasa, yang usianya jauh diatas kami, tapi perilakunya tak jauh beda dengan teman-teman sebaya saya yang masih suka bermain, lari kesana kemari, dan tak jarang menangis hanya gara-gara pertengkaran sepele. Kardi hampir setiap sore berkeliling komplek, menandangi rumah kami satu persatu, mengajak bermain sambil mendekap buku tulis dan mobil-mobilan yang sama usangnya. Tapi yang ada, saya dan teman-teman justru seringkali menjahili Kardi. Merebut mainannya, menelikung tangannya hingga ia kebingungan, atau dengan berbagai kejahilan lain yang membuat Kardi gusar dan berteriak-teriak. Semakin kencang ia berteriak dan bermaksud mengejar kami, semakin semangat kami menjahili Kardi.
Ya, Kardi adalah penderita keterbelakangan mental. Fisiknya terus dilahap usia, tapi jiwanya tetap seorang anak-anak yang labil. ia kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, karena setiap ia mencoba berbicara, yang terdengar hanya sengauan. Ia pun tak bisa memahami perihal rumit yang terjadi disekelilingnya.Semakin beranjak tingkatan sekolah kami, semakin sedikit waktu kami bermain. pagi hingga sore dihabiskan disekolah, atau jika senggang pun saya dan teman-teman komplek mulai jarang bermain karena kami punya teman baru di sekolah dan di tempat les. perlahan tapi pasti, Kardi dan sosok bocahnya menghilang dari kehidupan kami yang beranjak remaja.
Belasan tahun berlalu, kehidupan semakin berwarna bagi setiap anak yang tumbuh dewasa. Teman-teman di komplek sebagian sudah bekerja di beberapa kota atau telah berkeluarga. Saya sendiri baru saja menyelesaikan pendidikan Ekonomi dan sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan proyek dari Dosen. Waktu berlalu begitu cepat, membiarkan manusia-manusia berkejaran berburu kehidupan. Namun pagi itu, saya yang sedang mengejar waktu, berusaha memacu sepeda motor keluar dari jalanan komplek, tiba-tiba tertumbuk pandangan dengan sosok yang saya kenal,Kardi. Ya, ia tiba-tiba hadir didepan mata saya, tanpa menoleh seperti tak mengenali, melenggang sambil mendorong mobil-mobilan dengan  sebilah kayu. Kakinya tersandung-sandung mengejar putaran roda mainannya.Kardi yang masih gemuk pendek, memakai kaos oblong dan celana setengah betis yang sama-sama lusuh, tak sedikitpun berubah oleh waktu, kecuali lembaran-lembaran uban diantara rambut cepaknya yang berkilau terpantul sinar matahari....

Kardi, yang tak pernah beranjak dewasa...
Kardi, yang kini tak beribu...
Kardi, yang bermain dalam dunianya...
tak pernah lelah, berlari...dan berlari...

Di, maafkan kami...

                            

saya (aku) dan anda (kamu)

saya ingin menjadi "aku" dihadapan anda..
bukan karena saya tidak sopan..
bukan juga karena saya egois..
saya ingin menjadi "aku" dihadapan anda,
agar anda bisa melihat saya sebagai "aku",
karena anda adalah orang yang paling saya inginkan..

nama anda selalu anonim, tak banyak (bahkan mungkin tidak pernah) saya tuliskan terang-terangan...
bukan karena saya malu atau enggan,
tahukah anda,justru saya ingin menuliskan nama anda dimana saja..
dari lembaran buku harian sampai dunia maya..
hanya agar saya semakin yakin bahwa anda adalah orang yang paling saya inginkan..

tapi tidak,biar saja anonim, biar saja tak terlihat...
saya hanya ingin menjadi "aku" dihadapan anda..

menjadikan "saya" dan "anda
menjadi...


"aku" dan "kamu"

Motivasi....

Beberapa waktu yang lalu, saya memperoleh banyak motivasi dari seseorang. Sebenarnya bukan hal yang asing dipikiran saya, tapi dari percakapan dan perjumpaan selama 4 hari dengannya, saya baru tersadar bahwa selama ini motivasi memang menjadi sesuatu yang penting untuk suatu hubungan, baik personal maupun secara luas.Bukan hanya tentang pentingnya motivasi untuk diri pribadi saja, melainkan juga bagaimana caranya agar motivasi dalam diri seseorang bisa juga "memantul"(meminjam istilah-nya) kepada orang-orang disekitarnya. Tentu saja, saya punya motivasi untuk diri saya sendiri, tetapi ternyata itu belum cukup kuat untuk membuktikan pada orang-orang disekitar saya bahwa saya punya cukup motivasi(well, "prinsip hidup menikmati setiap langkah yang sedang dijalani" saya akui ternyata belum cukup untuk membuat saya pada waktu itu untuk segera lulus, jika tidak dipanas-panasi dulu:P)
Sejak saat itu, saya mulai belajar lagi untuk memperkuat motivasi saya. Tidaklah saya berani  muluk-muluk agar bisa memberikan pantulan motivasi kepada orang lain, saya masih berkutat pda "memulai dari diri sendiri" terlebih dahulu...mencoba menjalani setiap langkah tidak hanya "menikmati" tapi juga "menjadi lebih baik dan maksimal". Saya memang belum bisa seperti orang-orang hebat itu..tpi lihat saja nanti...(semoga saya bisa selalu ingat akan percakapan beberapa waktu yang lalu itu..^_^)


Terima kasih Banyak & Selalu SemanGattt...!!!!:D

teman2 eSde..

malam ini hujan turun tak henti-hentinya. dinginnya udara jelas menyergap sampai sendi-sendi. Yang saya inginkan malam itu, berputar dikepala tak henti-hetinya, adalah sesegera mungkin sampai dirumah, mengeringkan tubuh, dan meminum secangkir teh susu hangat beraroma kayu manis, nyummy....

Tapi ada hal yang mengejutkan saya sesampainya saya didepan pagar rumah. Diantara hujan, beberapa orang bergerombol diseberang rumah.. berbisik-bisik sambil terus memperhatikan rumah, dan tentu saja kemudian mengamati gerak gerik saya yang masih berkostum "Boneka penangkal Hujan", mantel tungkup plus helm dan kaca plastik yang menutupi wajah. sesaat bayangan teh susu kayu manis yang sedari tadi berputar bak gasing dikepala hilang digantikan rasa kaget, senang, dan heran yang campur aduk. tanda tanya yang timbul perlahan pudar berganti senyum diwajah saya begitu mengenali satu persatu gerombolan tadi. Denison (anak band paling tinggi sedunia-hahaha....hiperbola ding), Yudha"gudhel"(masih saja subur sejak sembuh dari sakit tipes 11 tahun yang lalu..:>), Hanif"keling" (sudah lebih dulu merried dia..huhu), toni "becak" (jakarta tak membuatmu banyak berubah dimataku, kawan..hehehe), rahardian"sipit" (bos game center yang selalu diam-diam memperhatikan), arief "helm" (ups..dah ga kaya helm lagi ding..:p), dan handoko (webmaster sekaligus calon sarjana peternakan), bersama-sama men"sidak" rumah saya,setelah saya batal kumpul rapat reuni di Kedai Kopi sore menjelang malam tadi.Bocah-bocah yang jelas sudah banyak berubah, punya kemampuan dan keahlian masing-masing, juga kehidupan yang beragam, tapi bagi saya mereka tetap sama seperti hampir 12 tahun lalu, sejak kami berpisah di akhir sekolah dasar waktu itu...Hahaha... rasanya menyenangkan. Bertemu kembali untuk pertama kalinya setelah sekian tahun berlalu, meski dengan risiko terkena omelan mamah karena kawan2 kecilku ini terlampau berisik untuk sebuah perumahan pada pukul 10 malam.:)

kami membuat janji untuk mengadakan reuni. untuk bertemu dengan 49 orang lainnya...(yap, siswa kelas kami berjumlah 57 saat perpisahan sekolah itu..). Tanggal 8 Maret 2007, hari Minggu, pukul 14.00 di Jambon Resto.. hhmmm...tidak sabar menunggu saat itu datang..:)

review ..

1.25 x 2 in 3 x 4, 08.02 am....

saya baru saja menyelesaikan buku pertama dari andrea hirata, "Laskar Pelangi". Agak terlambat memang,maklum lah, sesuatu yang "gratis" tidak datang dengan cepat:p

Ini adalah salah satu buku yang membuat saya terdiam, asyik lebih lama dari biasanya... yang membuat saya betah menghabiskan waktu dikamar hanya demi bisa menikmati lembar demi lembar cerita didalamnya.Yang membuat saya penasaran untuk segera meneruskan tiga buku lainnya, ingin hanyut lagi dalam cerita yang lebih indah lagi.MENARIK. satu kata yang cukup mewakili pendapat saya mengenai buku ini. Yang paling saya sukai adalah untaian kalimat yang digunakan mengikuti kultur melayu didalamnya. Teduh, menenangkan, tapi juga jenaka dengan gaya pantun yang halus tetapi pintar menohok dengan telak.. Entahlah, mungkin saya seperti menemukan sesuatu yang lain dari novel novel jaman sekarang, yang banyak (dan biasanya hampir semua) menggunakan bahasa "gaul", atau merasa lebih rileks setelah lelah membaca novel-novel berbahasa indonesia yang ber-"EYD":).


Andrea Hirata dengan "laskar pelangi"nya yang terdiri dari tokoh anak2 dengan beragam karakter dan nasib tersebut mengingatkan saya pada sekumpulan bocah di masa sekolah dasar dulu, saya dan teman2 esDe yang hampir 6 kali lebih banyak dari jumlah siswa di kelas para "Laskar Pelangi" itu. Novel yang membuat saya rindu pada masa kanak-kanak itu..


Adakah yang mau meminjami saya "Sang Pemimpi", "Edensor", dan "maryamah karpov"? :)

review-pembuka

wah.... beberapa hari lagi pergantian tahun ya...?lagi..lagi....

waktu memang paling cepat berlari..tidak peduli pada manusia2 yang terikat didalamnya...yang berpeluh mengejar (atau mungkin sudah bisa berusaha keras) menyamakan langkah..fuih..yang pasti, ada banyak hal yang terjadi tahun ini..bahkan beberapa terasa kontras tak diduga dan penuh gejolak emosi. meskipun ada pencapaian yang patut disyukuri, semoga ada lebih banyak hal lagi untuk direnungkan dan diperbaiki ditahun depan...

saya sedang mencari lembaran "to do list" yang saya buat awal tahun kemarin..coba mencari deretan target yang bisa di tandai "oke/done", tapi sepertinya akan banyak yang bertanda "failed/cancel"..

perbaikan..perbaikan...perbaikan...karena saya bukanlah manusia sempurna...

sama sekali tidak..:)

GaJeBo...

saya sedang kelelahan beberapa hari ini.....
setiap bangun pagi (yang selalu bukan kemauan saya sendiri) kepala rasanya mau pecah....bahu dan punggung pegal2..(bagaimana tidak, saya selalu tertidur dengan posisi "tidak siap ")..
bangun dengan suasana hati yang bersungut-sungut...(hahaha...)
untunglah, saya bisa menipu diri sendiri dengan lagak2 ceria..demi hari yang harus saya jalani dengan beberapa deadline yang entah kapan akan berujung....
ya..ya..ya...saya tahu, saya sedang in not a good mood, kondisi kejiwaan seorang perempuan normal yang sedang menuju PMS..(oooow...jadi ternyata inilah salah satu penyebabnya to..!!!) jadi sarkas sedikit dengan beberapa orang...:P(maaf yaw...)
walaupun begitu, thanks god untuk mimpi semalam yang membuat saya sedikit merasa baik...sementara lupa dari rasa lelah ini..:)

pulang ah....

The Paradoxical Commadments, in process...:)

seminggu ini saya sedang membaca buku tentang bagaimana cara menemukan makna personal di tengah dunia yang gila………… mungkin jika dibaca, terlihat idealis, tapi ternyata bagi saya cukup mempengaruhi cara berpikir saya ketika sedang merasa sulit menghadapi hidup yang sedikit banyak memang tidak selalu sama dengan apa yang saya inginkan..:)
Dalam buku ini, ada 10 paradoks yang bisa dipahami sedikit demi sedikit, dicari kebenaran dari setiap pemikiran tersebut..coba ya... 

ý Banyak orang yang tidak logis, tidak bisa diterima akal sehat, dan egois. Sekalipun demikian, cintailah mereka ( ….seringkali orang lain yang anda anggap sulit, tidak lebih sulit dari diri anda sendiri…)

ý Jika anda melakukan kebaikan, orang akan menuduh anda memiliki motivasu egois tersembunyi. Sekalipun demikian, tetaplah berbuat baik.

ý Jika anda meraih kesuksesan, anda akan menemukan teman-teman palsi dan musuh sejati. Sekalipun demikian raihkah kesuksesan

ý Kebaikan yang anda lakuka hari ini akan dilupakan keesokan harinya. Sekalipun demikian, tetap lakukan kebaikan.

ý Kejujuran dan keterusterangan menjadikan anda menghadapi resiko. Sekalipun demikian, berbuatlah jujur dan terus terang.

ý Orang-orang besar dengan gagasan cemerlang bias dikalahkan oleh orang-orang kecil dengan pikiran kerdil. Sekalipun demikian, berpikirlah tentang hal-hal besar.

ý Orang senang dengan mereka yang lemah, tetapi hanya mengukuti mereka yang kuat. Sekalipun demikian, beri dukungan kepada mereka yang lemah.

ý Apa yang anda bangun selama bertahun-tahun bisa dihancurkan dalam semalam. Sekalipun demikian, tetaplah membangun.

ý Orang yang benar-benar membutuhkan bantuan anda mungkin mencaci anda jika anda membantunya. Sekalipun demikian bantulah mereka.

ý Berikan kepada dunia hal terbaik yang anda miliki dan anda akan hancur. Sekalipun demikian, berikan pada dunia hal terbaik yang anda miliki.

(

Taken from Kent M. Keith, "Anyway The Paradoxical Commadments"

)

Bagaimana...? :)


13 SIGNS OF YOUR SOULMATE...

udah lama tulisan iseng ga jelas ini mampir di YM, eh..tapi ternyata sempat juga di save n masuk ke folder file iseng di kompi. semalem pas lagi bongkar2 file, ga sengaja nemuin n coba deh....ternyata lumayan "kena" juga(hehehee....)

13] Ketika kamu baru saja pergi dengannya, dan dia telah meninggalkanmu selama 5 menit, kau langsung sangat merindukannya.

(iya.. baru bilang "hati-hati di jalan..", eh….dah langsung kangen..:p, langsung pengen sms..)

[12] Kau membaca message dan SMSnya lagi dan lagi...

(fu..fu..fu...:")

[11] Kau selalu berjalan pelan ketika bersamanya.. .

(selalu ….selalu...tapi masnya malah suka ngebut jalannya..emang lagi jalan di trotoar mas..:p, hehehe)

[10] Kamu menjadi sangat lembut ketika bersamanya.. .

(100% yups..!!! dan satu lagi, jadi 100% jadi diri sendiri....nyamannya.....)

[9] Ketika kamu memikirkannya, jantungmu berdegup kencang dan bertambah kencang lagi...

(plus senyum-senyum ga jelas….hihihi)

[8] Kamu tersenyum senang ketika mendengar suaranya...

(lha, iya dong…..orang kangen kok..:D)

[7] Ketika kamu melihatnya, yang terlihat hanyalah dia...

(can’t take my eyes of you, lah pokoNa….)

[6] Kamu mulai mendengar lagu yang pelan ketika mengingatnya. ..

(iya pa ya....)

[5] Dia menjadi pikiranmu selalu...

(dari bangun tidur mpe mo tidur lagi, malah kadang juga pas tidur…heheheee....)

[4] Kamu bisa percaya diri, karena kata-katanya. ..

(motivasi mungkin memang lebih kuat dari orang yang paling dekat dihati kita, kan..buktinya, besok selasa aq jadi wisuda..:>)

[3] Kamu selalu tersenyum-senyum sendiri jika memikirkannya. ..

(lha, kalo inget kelucuan2 si mas, ya pasti senyum-senyum...cara paling ampuh untuk membuat hari lebih menyenangkan…:p)

[2] Kamu mau melakukan apapapun untuknya...

(selama dan sejauh itu bisa, big "OF COURSE" , Dear…….)

terakhir..

[1] Ketika kamu membacanya, hanya ada satu orang di pikiranmu saat ini.....

(hiya..ketahuan deh...jadi malu:">)

never fallin love again?

Beberapa bulan yang lalu, pernah suatu waktu saya dan beberapa orang sahabat senantiasa menyanyikan lagu2 anti patah hati. "anti patah hati"? yap, waktu itu memang lingkaran cinta tampaknya sedang memudar dalam kehidupan kami masing-masing. Seorang sahabat yang menunggu detik2 pernikahan  mantan kekasihnya, seorang sahabat lain yang masih trauma dengan kekasih lamanya yang telah menikah dengan orang lain, yang lainnya baru saja memilih mengakhiri hubungan cinta yang telah berjalan lebih dari 4 tahun, seorang sahabat yang masih memilih menikmati kesendiriannya, dan saya, yang saat itu baru mulai bisa berdamai dengan masa lalu.

i'll Never Fall In Love Again(Burt Bacharach / Hal David), candy(ash),dan i saved the world today (eurithmics), jadi lagu kebangsaan kami, menghibur diri dengan perjalanan ke kaki-kaki perkebunan teh, temaram di sudut-sudut kedai teh dan kopi untuk sekedar saling menemani dari pada sendirian melewati malam, tepian pantai yang menyarukkan ombak silih berganti, juga jalanan sepi yang sengaja dilewati sambil menghabiskan putaran cd yang benyanyi tak henti-hentinya.Semua yang kami lewati saat itu semata mencari suasana baru untuk melupakan sejenak segala hal yang berkecamuk  di hati, tertawa dan saling mengejek yang sebenarnya adalah ungkapan saling menghibur dan bersimpati. Lagu-lagu itu mengingatkan saya pada sebuah arus kehidupan saat itu yang rasanya tak bersahabat dengan keinginan saya. yah... cinta, kerinduan, yang tak bisa tersampaikan lagi... Saat itu saya pun mengamini lagu-lagu tersebut. sekedar meghibur diri atau merasa skeptis dengan yang namanya cinta, mungkin....

Tapi, coba, apa yang saya rasakan saat ini, ketika mendengar lagu-lagu itu lagi. Saya hanya bisa tersenyum dan kemudian menyadari, bahwa ternyata hati punya cara untuk menyembuhkan dirinya dari luka. Bahwa ternyata, cinta yang pernah ada dan terpaksa menghilang, tak selamanya tak tergantikan. Ia pada akhirnya hanya akan meninggalkan kenangan yang manis (sepahit apapun tadinya), dan akan ada cinta yang lebih indah lagi di kemudian hari untuk disyukuri dan dinikmati... percayalah..(well, saya percaya akan hal itu:>), tergantung bagaimana cara kita untuk melihat kegagalan dimasa lalu, dan menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

Bukankah memang begitulah cara hidup memberi makna, bukan...?:)

What do you get when you fall in love?
A guy with a pin to burst your bubble
That's what you get for all your trouble.
I'll never fall in love again.
I'll never fall in love again.

What do you get when you kiss a guy?
You get enough germs to catch pneumonia.
After you do, he'll never phone you.
I'll never fall in love again.
I'll never fall in love again.

Don't tell me what is all about,
'Cause I've been there and I'm glad I'm out,
Out of those chains, those chains that bind you
That is why I'm here to remind you

What do you get when you fall in love?
You get enough tears to fill an ocean
That's what you get for your devotion.
I'll never fall in love again.
I'll never fall in love again.

What do you get when you fall in love?
You only get lies and pain and sorrow.
So, for at least until tomorrow,
I'll never fall in love again!
I'll never fall in love again!

(Part of Bacharach/David Medley)

Don't tell me what it's all about
`Cause I've been there and I'm glad I'm out
Out of those chains, those chains that bind you
That is why I'm here to remind you.  (here to mind you) 3x
What do you get when you fall in love?
You only get lies and pain and sorrow
So, for at least, until tomorrow
I'll never fall in love again
Oh, I'll never fall in love again